Posted on February 8, 2010 by helenaapriza
Ini sebuah kisah nyata, aku sendiri yang mengalaminya. Dahsyatnya kekuatan doa. Pada Allah aku mohon ampun, karena sempat timbul rasa sombongku. Padahal aku hanya seorang hamba yang tiada daya dan upaya selain atas kehendak dan kuasaNya.
Hari itu hari efektif kerja, jadinya aktifitas sibuk seperti biasa. Apalagi pekerjaanku ini bersifat pelayanan, menerima komplain dari customer jadi harus extra cepat, teliti dan terus follow-up. Siang itu banyak sekali komplain yang datang. Sehingga tanpa disengaja ada satu file yang aku teledor meletakkannya dimana, sehingga aku sangat kewalahan mencarinya. Aku ingat sekali kalau file itu sudah kuletakkan terpisah dari file-file lainnya karena memang harus diproses register terlebih dahulu. Aku sudah mencari kemana-kemana tapi tidak ketemu juga .Hingga akhirnya timbul rasa putus asa, pasrah, dengan rasa kecewa karena sudah lupa meletakkan file itu dimana.
Akhirnya ada seorang teman rekan kerja Mbak Fenny begitu aku biasa memanggilnya menganjurkan agar aku membaca doa dikala lupa. Aku sih sempat pesimis, masa dengan sebuah doa saja aku bisa menemukan file ku. Soalnya sudah kuobrak-abrik semua catatan dan arsip komplain perhari itu tapi hasilnya nihil. Jadinya tentu saja aku kurang percaya dengan hanya sebuah doa aku bisa menemukan file yang sudah hilang entah kemana itu. Aku lebih percaya kalau ingin mendapatkan file itu aku cuma harus terus berusaha mencari, kekuatan doa kurasa kurang pas untuk situasi dan keadaan seperti ini (ashtaghfirullah..betapa sombongnya aku ). Akhirnya kubaca juga doanya, kupanjatkan Bismillah “ Subhana manla yashu walaayanamu ”. Tak selang beberapa lama pada saat aku merapikan file-file yang sudah tak terpakai lagi tiba-tiba secara tak sengaja file yg kucari dari tadi kutemukan diselipan file-file yang sudah tak berguna. Sontak aku kaget, dan dalam hati aku berucap ya Allah aku yakin ini pastilah karena kekuatan doaMu. Memang usaha dan doa harus selalu seiring sejalan. Dimana usaha yang telah kita lakukan terasa sudah sangat maksimal tetapi hasilnya belum tercapai, tentu itu karena doa yang kita panjatkan masih sangat kurang.
Percayalah teman Allah takkan tinggal diam bila hambanya telah berusah sekuat tenaga dan diiringi dengan pengharapan yang sangat melalui permohonan doa-doanya.
Senin, 08 Februari 2010 , 21:36.
Dihening malam dalam pengharapan semoga aku selalu diberikan kelapangan hati dan pikiran dijauhkan dari rasa sempit.
Filed under: Cerita | 4 Comments »
Posted on February 4, 2010 by helenaapriza
kau tanya : oleh sebab apa kau mencintaiku?
aku bilang : karena ketaatanmu kepada Allah dan ketaqwaanmu kepada Allah dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : tapi wajahku tidak begitu tampan
aku bilang : aku menyukai ukiran kesederhanaan wajahmu yang bercahaya dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : tapi kulit tubuhku tidak begitu putih
aku bilang : kulit tubuhmu memancarkan cahaya karena seringnya kau berwudhu dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : aku bukan lelaki kaya raya
aku bilang : tapi kau bekerja untuk menjemput rejeki Allah dengan mengharap ridho Allah dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : aku belum bisa membelikanmu rumah yang besar dan lapang
aku bilang : kau punya hati dan jiwa yang lapang dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : kelak bila kau kepanasan di rumah aku belum bisa membelikanmu pendingin ruangan
aku bilang : wajahmu teduh, tatapan matamu sejuk dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : mungkin aku belum mampu membelikanmu televisi dan radio hingga rumah kita sepi
aku bilang : kau memiliki suara yang merdu ketika membaca Al Qur’an, aku tidak akan pernah bosan mendengar suaramu dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : aku tidak mempunyai kendaraan yang bagus untuk membawamu kemana-mana
aku bilang : kau lelaki yang penuh rasa syukur dengan semua yang kau miliki dan kau penuh percaya diri dan itu sudah lebih dari cukup
katamu : aku belum mampu membawamu ke tempat-tempat yang indah bila kau sedang jenuh di rumah
aku bilang : bagiku kehadiran dan keberadaanmu di sisiku lebih indah dan itu sudah lebih dari cukup
taukah kau, bila aku ditawarkan dunia dan seisinya untuk ditukar dengan dirimu, maka aku tidak akan pernah menukarnya. tidak akan pernah. karena dunia dan seisinya meski ditambah lagi dengan dunia dan seisinya yang baru tidak akan pernah bisa menyamai nilai dari ketaatanmu kepada Allah dan ketaqwaanmu kepada Allah.
kau diam
kemudian..
kau tanya : mau kah kau menikah denganku?
aku bilang : tentu
karena..
aku mencintaimu apa adanya
sumber : http://blogsweetblog-iwoel.blogspot.com/2010/02/antara-kau-dan-aku.html
Filed under: Cerita | 3 Comments »
Posted on January 30, 2010 by helenaapriza
Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,
“Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”.
Sang ayahpun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya
“ Lantas apa lagi Abi? ”, sahut putrinya
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana
ia berada
disunting dari MDN (majelis dhuha nasional) Facebook
Filed under: Agama | Leave a Comment »
Posted on January 30, 2010 by helenaapriza
Kamis 28 Januari 2010 , semua aktivitas bermula seperti biasa tidak ada yang berbeda. Bersiap-siap berangkat kerja dengan harapan semua bisa berjalan dengan sebaik mungkin dan insyaAllah bisa menjadi amal ibadah.
Gak ada feeling apa-apa. Cuma memang ada pesan dari teman satu kos yang sedikit terngiang “hati-hati dijalan yah…” but commonly it like days before. Aku berangkat dengan sepeda perjuangan yang kukendarai setiap harinya dengan kecepatan lumayan tinggi , soalnya aku memang sudah mengenal medan jalan ini dan aku juga sudah sedikit tahu tabiat berkendara penduduk SBY ini. Jadi tak begitu masalah bagiku.
Sekali, dua kali aku lose focus. Upss…Aku hampir saja melakukan kesalahan. Ashtaghfirullah dalam hati bergumam kenapa ini?? Tapi perjalanan terus kutempuh. Hingga tiba disebuah persimpangan tiga yang kulihat dari jauh memang ada segerombolan kendaraan bermotor lain yang mau menyeberang tapi segerombolan kendaraan itu masih berhenti untuk memberikan kesempatan jalan bagi kendaraan lain yang berlawanan arah . Melihat kondisi ini tentu saja tanpa mengurangi kecepatan aku terus melaju. Tapi beberapa saat setelah itu aku lose focus lagi dan beberapa detik kemudian, 1..2..3..tiba-tiba muncul sebuah motor yang tiba-tiba muncul menyeberang. Sontak aku kaget, langsung kucoba menarik rem tangan yang berkoordinasi dengan kaki untuk menginjak rem kaki walaupun kuyakin ini akan sia-sia karena tabrakan ini pasti takkan terelakkan lagi. Suara hantaman kendaraan yang keras begitu jelas di telingaku, cuma terucap sang kekasih hati ‘’Ya Allah…” dan disertai dengan sebuah kepasrahan yang sepasrah-pasrahnya yang pada akhirnya aku terjatuh bersama sang motor perjuangan.
Yah aku jatuh, dan aku masih ingat banyak banyak orang disekitarku yang berusaha membantu setelah tabrakan itu. Tapi aku tetap berusaha bangkit sendiri tanpa bantuan orang lain. Iya ternyata aku bisa, aku coba meraba-raba kaki dan tangan, dan sepertinya tak ada luka yang parah. Yang kurasa cuma sedikit lecet di lutut dan sedikit rasa nyeri. Alhamdulillah…dalam hati kuberucap, ternyata Allah masih melindungiku, kalau dilihat dari rentetan peristiwa tadi sepertinya aku rasa gak mungkin bisa sesehat ini. Tapi aku yakin ini karena Allah masih sangat sayang padaku. Dan aku yakin ada pesan singkat yang terselip dari peristiwa yang berharga ini. Dan yang terpenting semoga aku bisa mengambil hikmah. Amiin..
Sabtu, 30 januari 2010 (8:41)
Buat mama, bapak, ayuk lenny, kakak bonnie, adek moza, abang rafa “wa hasytini awii”
Filed under: Cerita | Leave a Comment »