Sebuah Pesan Berharga

Kamis 28 Januari 2010 , semua aktivitas bermula seperti biasa tidak ada yang berbeda. Bersiap-siap berangkat kerja dengan harapan semua bisa berjalan dengan sebaik mungkin dan insyaAllah bisa menjadi amal ibadah.

Gak ada feeling apa-apa. Cuma memang ada pesan dari teman satu kos yang sedikit terngiang “hati-hati dijalan yah…” but commonly it like days before. Aku berangkat dengan sepeda perjuangan yang kukendarai setiap harinya dengan kecepatan lumayan tinggi , soalnya aku memang sudah mengenal medan jalan ini dan aku juga sudah sedikit tahu tabiat berkendara penduduk SBY ini. Jadi tak begitu masalah bagiku.

Sekali, dua kali aku lose focus. Upss…Aku hampir saja melakukan kesalahan. Ashtaghfirullah dalam hati bergumam kenapa ini?? Tapi perjalanan terus kutempuh. Hingga tiba disebuah persimpangan tiga yang kulihat dari jauh memang ada segerombolan kendaraan bermotor lain yang mau menyeberang tapi segerombolan kendaraan itu masih berhenti untuk memberikan kesempatan jalan bagi kendaraan lain yang berlawanan arah . Melihat kondisi ini tentu saja tanpa mengurangi kecepatan aku terus melaju. Tapi beberapa saat setelah itu aku lose focus lagi dan beberapa detik kemudian, 1..2..3..tiba-tiba muncul sebuah motor yang tiba-tiba muncul menyeberang. Sontak aku kaget, langsung kucoba menarik rem tangan yang berkoordinasi dengan kaki untuk menginjak rem kaki walaupun kuyakin ini akan sia-sia karena tabrakan ini pasti takkan terelakkan lagi. Suara hantaman kendaraan yang keras begitu jelas di telingaku, cuma terucap sang kekasih hati ‘’Ya Allah…” dan disertai dengan sebuah kepasrahan yang sepasrah-pasrahnya yang pada akhirnya aku terjatuh bersama sang motor perjuangan.

Yah aku jatuh, dan aku masih ingat banyak banyak orang disekitarku yang berusaha membantu setelah tabrakan itu. Tapi aku tetap berusaha bangkit sendiri tanpa bantuan orang lain. Iya ternyata aku bisa, aku coba meraba-raba kaki dan tangan, dan sepertinya tak ada luka yang parah. Yang kurasa cuma sedikit lecet di lutut dan sedikit rasa nyeri. Alhamdulillah…dalam hati kuberucap, ternyata Allah masih melindungiku, kalau dilihat dari rentetan peristiwa tadi sepertinya aku rasa gak mungkin bisa sesehat ini. Tapi aku yakin ini karena Allah masih sangat sayang padaku. Dan aku yakin ada pesan singkat yang terselip dari peristiwa yang berharga ini. Dan yang terpenting semoga aku bisa mengambil hikmah. Amiin..

Sabtu, 30 januari 2010 (8:41)
Buat mama, bapak, ayuk lenny, kakak bonnie, adek moza, abang rafa “wa hasytini awii”

About helenaapriza

Always try to be a good Moslem Always try to be the best Always try to be my self Always try to be useful for every one Never stop to study View all posts by helenaapriza

One response to “Sebuah Pesan Berharga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: