Sebuah perenungan

Kini saat itu telah tiba..

dimana setiap waktu kita impikan…

Masa kanak-kanak kita ingin segera remaja….

Ketika remaja kita ingin segera menjadi dewasa….

Ketika dewasa kita ingin segera menikah….

Ketika menikah kita ingin segera memiliki keturunan….

Ketika memiliki keturunan kita ingin setiap waktu dapat melihat perkembangan dalam hidupnya…

Dan ternyata itu adalah fakta dari kehidupan kita di dunia….

Dimana ada saat untuk kita bisa dapat berimajinasi dan berangan-angan tinggi ketika anak-anak…

Dimana ada saat untuk kita bisa dapat diakui sebagai diri kita ketika remaja….

Dimana ada saat untuk kita bisa dapat segera memilih jalan hidup kita sendiri ketika dewasa….

Saat kita ingin belajar mandiri, kita seolah-olah melupakan mereka…

Mereka yang selalu menyayangi kita sedari kita kecil sampai dewasa…

Mereka yang selalu mengkhawatirkan kita saat kita berada sejengkal saja jauh dari mereka…

Mereka yang selalu mencintai kita dengan tulus tanpa mengharap imbalan apapun dari kita…

Meski terkadang kita tanpa sadar ataupun secara sadar dan mata terbuka…

Kita selalu membentak orang tua kita, kita selalu mengelak ketika mereka mengingatkan kita…

Kita selalu merasa benar ketika mereka menegur kita saat kita melakukan kesalahan….

Tetapi sesungguhnya setelah kita mengalami itu kita selalu merasa sedih…

Hati kecil kita begitu menyesal…

Terkadang kita merasa tidak berarti lagi…

Dan segalanya telah berakhir…

Palagi tanpa kita sadari kita telah membuat air mata dari ibu kita meleleh di pipi karena melihat ulah kita..

Mereka yang selalu berdoa dalam setiap helaan nafasnya..

Mereka yang selalu berdzikir disaat duduk terdiam hanya untuk kita…

Saat ini baru kita merasakan segalanya…

Kita merasa bahwa kita telah terlambat untuk mengakui bahkan memperbaiki segalanya…

Ketika kita mulai memilih hidup dengan pasangan hidup yang kita pilih…

Saat ini lah orang tua kita merasakan…..

Bahwa kita sangat sangat berarti dan mereka sayangi…

Bahkan mereka sangat kehilangan kita, ketika kita memohon untuk memilih hidup mandiri….

Pernah kita merasa sangat kesal atau kecewa…..

Karena apa yang kita lakukan tak pernah dipandang oleh mereka….

Apapun yang kita lakukan tak selalu benar bagi mereka….

Apa yang kita lakukan untuk membuat mereka bahagia tak selamanya dipahami oleh mereka…

Apa karena cara pengungkapan hati kita yang tidak selalu sesuai dengan mereka….

Tapi apapun mereka…. Bagaimanapun mereka… Mereka adalah Orang tua kita…

Yang telah berjuang selama hidupnya untuk membimbing dan menjaga kita sepenuh hati….

Mungkin kita terlalu egois dan selalu merasa benar…..

Mereka tidak pernah mengerti kita…

Mereka tidak pernah memahami kita…

Mereka tidak pernah peduli akan kita…

Tetapi semua itu takkan berarti bila kita sudah kehilangan mereka…

Bahkan untuk mengingatnya pun otak kita tak mampu lagi…

Untuk memanggilnya pun lidah kita kelu…

Untuk memohon restunya pun rasanya hati kita perih….

Apalagi bila disaat mereka pergi…

Kita tak ada disamping mereka lagi…

Kita belum sempat mengucap maaf atas segala kesalahan kita…

Kita belum sempat mencintai mereka sepenuh hati…

Kita belum sempat belajar untuk sabar dalam menjalani likunya kehidupan ini……..

Kita merasa bahwa semua telah berakhir….

Semua telah hilang… Semua telah sirna….

Di saat kita duduk termenung sendiri itulah kita baru dapat mendengar suara hati kita….

Dimana kita dapat berpikir dengan jernih…

Kita dapat berpikir dengan tenang…

Kita dapat merasakan kasih sayang tulus yang sesungguhnya bersumber dari Asma Allah….

Disaat seperti inilah Allah berusaha untuk mengingatkan akan segala perbuatan kita…

Tetapi Allah tak pernah menegur kita dengan cara yang kasar seperti manusia..

Allah selalu menegur kita dengan rasa sakit dalam tubuh kita…

Allah selalu mencoba kesabaran kita dengan segala macam permasalahan dalam perjalanan hidup kita…

Allah selalu menguji keimanan kita dengan segala nikmat yang Ia berikan….

Nikmat apa yang dapat kita dustakan??

Kedua mata yang sempurna sehingga kita dapat melihat kedua orang tua kita….

Kedua telinga yang sempurna sehingga kita dapat mendengar panggilan untuk bersujud padaNya…

Kedua tangan yang sempurna sehingga kita dapat melakukan amal yang kita dapatkan dari jerih payah kita dalam bekerja…

Kedua kaki yang sempurna sehingga kita dapat berjalan ke rumah Allah untuk bersujud padaNya dan menjalin silaturahmi dengan makhlukNya yang lain….

Saat ini…hamba hanya ingin bersujud dan bersimpuh dihadapanMu…

Sebelum semua terlambat dan Engkau mengambil segala nikmat yang telah Kau beri pada kami……..

Ya Allah hamba mohon dengan segala kerendahan hati hamba…

Ampunilah dosa-dosa hamba,,dosa-dosa kedua orang tua hamba,

berilah mereka kesabaran seluas langit dan bumi serta kekuatan dalam membimbing kami,

berilah usia yang barokah,, berilah limpahan rezeki yang halal dan barokah…

Dengan restu dari mereka maka Engkau pun akan memudahkan jalan pilihan ini….

Semoga Engkau mendengar doa dan permohonan kami ini …..amin

salam rindu buat mama dan bapak

About helenaapriza

Always try to be a good Moslem Always try to be the best Always try to be my self Always try to be useful for every one Never stop to study View all posts by helenaapriza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: